Amazon akan memasuki pasar e-commerce Indonesia

Amazon akan memasuki pasar e-commerce Indonesia

Bagi kamu yang hobi belanja di bukalapak atau tokopedia, lazada,zalora tentu tidak asing dengan platform e-commerce, dimana toko online adalah salah satu pilihan berbelanja dengan mudah dan cepat karena hanya dengan koneksi internet di laptop, android, I-phone dan gadget lainnya kita tinggal mengunjungi toko online tersebut, memilih barang yang diinginkan kemudian transfer sesuai dengan harga yang dipasang oleh penjual di toko online tersebut. Mudah dan praktis bagi pembeli dengan mobilitas tinggi yang tidak mau direpotkan dengan keluar rumah, macet di jalan dan antri dengan pembeli lain. Setelah lazada masuk, kini giliran Amazon akan memasuki pasar e-commerce Indonesia ikut meramaikan pasar e-commerce di tanah air. Hal ini bisa menjadi peluang bagi ukm Indonesia untuk berjualan produk atau menjadi pemasar, mengapa? karena pasar Amazon adalah pasar dengan potensi pembeli di seluruh dunia.

Amazon akan memasuki pasar e-commerce Indonesia

Amazon.com

Amazon yang berdiri sejak tahun 1994 adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam perdagangan elektronik/ e-commerce multinasional berkantor pusat di Seattle, Washington, Amerika Serikat. Di samping menjual produk fisik seperti baju,aksesoris,buku-buku best seller dalam berbagai bahasa,macam-macam bentuk gadget masa kini, dan produk fisik lainnya, Amazon juga menjual produk-produk digital seperti Amazon Kindle. Amazon memiliki beberapa situs web ritel untuk Amerika Serikat, Kanada, juga di beberapa negara Eropa dan Asia seperti Britania Raya, Perancis, Jerman, Italia, India, Spanyol, Jepang, dan Cina. Dengan beredarnya kabar Amazon akan memasuki pasar e-commerce Indonesia, tentunya Amazon bakal bersaing dengan e-commerce lainnya yang sudah dikenal di Indonesia seperti lazada, zalora, bukalapak, tokopedia dan sejenisnya. Pasar bebas memang sudah nampak sekali terlihat dan begitu terasa dampaknya bagi rakyat di Indonesia. Beberapa tahun terakhir perkembangannya begitu pesat. Transaksi tunai perlahan-lahan berubah dan bergeser menjadi transaksi non-tunai sebagai efek dari pasar daring ini, dan menjadi bagian dari gaya hidup sebagian masyarakat. Tentunya pemerintah sebagai ultimate decision maker dari globalisasi ini, diharapkan mampu beradaptasi dan mampu menjawab tantangan ke depan dengan tetap memperhatikan kepentingan nasional.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *