Menanti Pagi

Menanti Pagi

menanti pagiMalam temaram gelap

Hanya seberkas cahaya rembulan yang tersisa

Masih terlalu hitam awan yang berarak di langit kelam

Bintang pun enggan menampakkan dirinya

Burung hantu terlihat mencengkram ranting menanti mangsa

Langit masih saja diselimuti awan sepucat batu arang

Suara-suara binatang malam terdengar perlahan

Bersahut-sahutan seperti sedang menikmati suasana keheningan alam

Malam terasa terlalu panjang untuk dilewatkan

meresap, menyesap, melekat hening berbaur sunyi

Inspirasi kadang lewat melintas dalam mengawali kemudian mengakhiri hari

Kadang inspirasi juga pergi dalam benak diri

Inspirasi akan terekam dalam coretan-coretan seperti tulisanku ini

Inspirasi yang tidak tertulis dan terlupa biasanya cepat hilang dan pergi

kadang inspirasi yang hilang tenggelam bisa  muncul tiba-tiba tanpa dikehendaki

Cahaya jingga yang nampak dari timur perlahan mulai terburai

Menuai garis-garis cahaya dalam harmoni

Membekas dalam tiap iringan awan yang menapaki

Dalam tiap sisinya seperti saling berlari mendaki langit yang tak bertepi

Dedaunan terlihat basah oleh titik-titik  embun bening membasahi

Menanti pagi akan terasa damai dan sejuknya beberapa saat lagi

Memberikan semangat baru di awal tahun yang baru di sela aktifitas yang akan menanti

baca juga–> Peringatan 17 Agustus di NH

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *