Menjaga kebersihan di ruang kelas sekolah

Menjaga kebersihan di ruang kelas sekolah adalah kegiatan yang sangat krusial mengingat kelas sebagai media utama dalam proses belajar mengajar. Kelas adalah salah satu elemen penting dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah di samping ruang laboratorium, perpustakaan,lab multimedia dan ruangan lainnya. Kebersihan dan kerapian kelas juga memberikan dampak kesehatan dan estetika bagi pengguna kelas tersebut. Bila kelas kotor dan berbau tentunya kelas tersebut tidak indah dipandang, tidak sehat juga tidak layak digunakan.  Karenanya menjaga kebersihan di ruang kelas sekolah amatlah penting agar siswa dan guru merasa nyaman dan betah sehingga kegiatan belajar berjalan lancar. Berikut ini adalah beberapa tips dari zulfikar-rahmat.net untuk Menjaga kebersihan di ruang kelas sekolah.

Menjaga kebersihan di ruang kelas sekolah

 

Menjaga kebersihan di ruang kelas sekolah

1. Tidak melakukan aktifitas makan dan minum dalam kelas
Kelas adalah tempat belajar, begitu dipakai untuk makan dan minum adalah memfungsikan kelas tidak pada tempatnya. Sisa-sisa makanan yang tercecer di lantai, bungkus makanan, sisa makanan berkuah akan meninggalkan bau dan aroma tak sedap di dalam kelas.Begitu juga sisa minuman dan botol atau pembungkusnya yang dibuang sembarangan di dalam kelas mengotori kelas dan merusak kerapian kelas.

2. Membuang sampah pada tempatnya
Untuk menjaga kebersihan di ruang kelas sekolah diperlukan tempat sampah dimana mempunyai fungsi dari tempat sampah adalah untuk menampung sampah agar tidak berserakan. Ketika siswa terbiasa membuang sampah pada tempatnya, maka tidak perlu bersusah payah untuk menyapu atau mengumpulkan sampah yang berserakan. Tidak membuang sampah di laci meja, ke luar jendela,atau ke sembarang tempat selain ke tempat sampah yang telah disediakan. Tidak jarang di antara siswa makan jajanan di dalam kelas dan tidak lama kemudian bel masuk kelas berbunyi. Hal itu pasti membuat kita tidak sempat pergi ke luar kelas untuk membuat sampah. Lalu apa yang bisa kita lakukan? Salah satu caranya adalah dengan menyimpannya di saku atau di saku tas. Kita membuang sampah tersebut ketika kelas berakhir. Selain itu, untuk mempermudah kita dalam melakukan tindakan tersebut (membuang sampah pada tempatnya) tempat sampah harus tersedia di depan setiap ruangan. Untuk menarik minat semua orang, kita bisa menghias tempat sampah seindah dan seunik mungkin.Selain itu, tidak lupa menghilangkan unsur kerapihan. Misalnya, tempat sampah tersebut harus memiliki tutup atas agar tidak berserakan terkena angin.Bila perlu, kita bisa jajan di dekat tempat sampah. Misalnya, jika tempat sampah itu terletak di depan kelas, kita bisa jajan di teras kelas bersama teman-teman.

3. Memberi sanksi pada siswa yang membuang sampah sembarangan di dalam kelas
Setiap melakukan peraturan pasti ada sanksi yang menyertainya yang dikenakan kepada pelaku yang melakukan pelanggaran. Sama hal nya dengan membuang sampah.Membuang sampah sudah menjadi peraturan tertulis di sekolah-sekolah. Itu artinya,siswa akan mendapatkan sanksi ketika mereka melakukan pelanggaran. Bentuk sanksi bisa bermacam-macam.Salah satu sanksi yang paling efektif adalah meminta si pelaku untuk memungut sampah yang telah dibuangnya secara sembarangan danmemintanya untuk membuangnya ke tempat sampah. Laci meja adalah tempat sampah tersembunyi bagi kebanyakan siswa. Maka, guru pembimbing bisa memeriksa laci meja setiap siswa secara rutin dan berkala. Ketika ditemukan ada sampah di laci meja, maka siswa tersebut diminta untuk langsung membuangnya ke tempat sampah.

4. Menghapus papan tulis setiap pergantian jam pelajaran
Setelah pergantian jam pelajaran, sebagai bagian dari aktifitas dari menjaga kebersihan di ruang kelas, siswa yang bertugas piket di kelas sebaiknya segera menghapus papan tulis. Kebersihan papan tulis akan memperlancar pergantian mata pelajaran dan kegiatan belajar selanjutnya. Membantu meringankan tugas guru berikutnya yang akan menyampaikan materi pelajaran dan membiasakan siswa untuk tertib piket di kelas.Guru akan merasa nyaman ketika masuk kelas papan tulis sudah dibersihkan, siap digunakan untuk menyajikan materi pelajaran dan akan mengapresiasi siswa yang tertib dalam menjalankan tugas piket

5. Tidak mencoret bangku dan tembok/dinding di kelas
Fungsi dinding, meja dan kursi kelas adalah untuk menunjang kegiatan belajar-mengajar antara murid dan guru.
Dinding melindungi kelas dari terpaan hujan,angin, debu dan apa saja yang mengganggu yang berasal dari luar kelas.
Kursi untuk tempat duduk para murid dan guru agar nyaman saat belajar. Meja sebagai alas menulis agar memudahkan dalam proses mencatat materi pelajaran.Siswa seringkali mencoret tembok, kursi atau meja dengan pensil, bolpoin,spidol atau tipe-x entah sekedar iseng,jahil atau sebab yang lain.Coretan di bangku bentuknya bisa bermacam-macam,kutipan materi pelajaran,contekan ulangan, nama siswa penghuni bangku, nama gebetan atau temannya yang lain,gambar berbentuk sampai gambar yang tidak berbentuk/ gambar abstrak. Hendaknya siswa yang hobi menggambar atau menulis bisa diarahkan oleh guru untuk mengikuti ekskul KIR atau kesenian agar hobi tersebut tersalurkan pada tempat/ wadah yang tepat. Jadi kegiatan mencoret,menggambar di bangku atau dinding sekolah adalah bentuk aktivitas berekspresi siswa yang tidak pada tempatnya. Untuk mengatasi hal ini, tentunya sekolah mempunyai peraturan yang jelas dan tegas seperti halnya membuang sampah sembarangan, yang melanggar disanksi, begitu juga yang melanggar larangan mencoret bangku dan dinding kelas.

6. Mengepel lantai kelas dan mengelap kaca jendela kelas seminggu sekali.
Menyapu lantai kelas pada saat sebelum dan sesudah pelajaran biasanya dilakukan oleh siswa yang bertugas piket. Siswa dalam kelas membentuk kelompok piket dan kelompok yang sudah dibentuk (biasanya 4-5 kelompok) melakukan tugas harian membersihkan dan merapikan kelas setiap hari sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Namun menyapu lantai setiap hari kurang lengkap bila tidak disertai dengan mengepel lantai dan membersihkan kaca jendela seminggu sekali.
Menjaga kebersihan di ruang kelas, Hal ini dikarenakan tidak hanya debu, sisa kertas, sisa rautan pensil yang dapat mengotori kelas, tapi bermacam-macam kotoran dapat masuk ke kelas seperti lem, cat air, tumpahan tinta spidol,lumpur, dan lainnya yang dapat mengotori lantai kelas dan kaca jendela. Kotoran tersebut tentunya tidak dapat dibersihkan dan dihilangkan hanya dengan menyapu lantai dan memakai kemoceng untuk membersihkan kaca karena bersihnya tidak akan maksimal. Untuk menangani hal ini perlu dijadwal piket mingguan untuk mengepel lantai dengan kain pel dan mengelap kaca dengan cairan pembersih kaca minimal seminggu sekali agar kelas bersih dan bebas dari kotoran yang mengganggu.
Dengan kelas yang bersih dan nyaman,bebas dari kotoran, maka proses belajar mengajar akan lebih lancar dan efektif.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *