Upaya Menpora dan pemerintah menggagas Bank Musik

Upaya Menpora dan pemerintah menggagas Bank Musik

Upaya Menpora dan pemerintah menggagas Bank Musik

Di sela-sela kesibukannya yang padat, Menpora Imam Nahrowi menyempatkan untuk menghadiri launching dan konferensi pers single ke-2 The Miska Band yang sedang naik daun mengusung genre PopRock berjudul ‘Lupakan Kamu’ di Pisa Cafe, Menteng, Jakarta, pada Rabu (13/4). Untuk mensosialisasikan Upaya Menpora dan pemerintah menggagas Bank Musik, Imam mengungkapkan bahwa pemerintah dan jajaran terkait akan terus berupaya memberikan penghormatan dan penghargaan bagi seluruh musisi tanah air. Walaupun tidak dijelaskan secara detail Program Bank Musik ini dan dalam bentuk apakah penghargaan-penghargaan tersebut,namun ide bank musik ini mungkin adalah salah satunya. Sehingga penghormatan dan penghargaan pemerintah tersebut akan mendorong kreatifitas dan produktifitas musisi tanah air.

“Selamat kepada The Miska yang memberikan kontribusi,khasanah sekaligus file
bagi perkembangan dunia musik Indonesia. Pemerintah akan terus memberikan penghormatan
dan penghargaan bagi seluruh musisi Indonesia karena merekalah yang menggerakkan
potensi dan sejarah nasionalisme Indonesia terutama di bidang musik,” tegas Menpora saat memberikan sambutannya pada acara tersebut.The Miska adalah grup band berformat trio yang beranggotakan 3 orang.
Yakni Milvara Pohan sebagai vokalis, Dani Ramadan di bass dan Ricky Hutagaol sebagai penggebuk drum.

Pemerintah saat ini sedang menyiapkan Bank Musik untuk mewadahi
karya anak bangsa melalui musik. “Saya berharap The Miska dapat berperan dan mengambil bagian dalam berkarya dalam musik bersama musisi lain di masa yang akan datang entah 10, 20 atau 50 tahun lagi,” jelas Menpora lagi.
Pengamat musik Bens,menilai bahwa hal ini tentu butuh proses yang tidak instant mengingat industri musik Indonesia masih market-oriented,dimana karya musik yang dihasilkan masih cenderung seragam karena ada kecenderungan mengikuti selera pasar sehingga menyebabkan penghargaan masyarakat secara umum terhadap suatu karya seni musik belum terlihat jelas.Selain musik yang mengikuti selera pasar,masyarakat cenderung menilai musik lewat siapa artisnya dan penampilannya, jadi karya musik yang tidak kontemporer atau non-segmented,non-komersial kurang ada apresiasinya.Padahal esensi karya musik sebenarnya adalah mendengarkan dan menyimak karya musik tersebut secara obyektif dan kualitas musisi yang membawakan musik tersebut, bukan menilai apakah musik tersebut sedang trend atau tidak dan bukan menilai penampilan musisinya saja.

Upaya Menpora dan pemerintah menggagas Bank Musik  adalah suatu hal yang patut dihargai dan diapresiasi. Dengan Bank Musik kita bisa mencari referensi siapa musisi tanah air,
berapa banyak penggemarnya dan lain sebagainya. “Kami sedang memprakarsai Bank Musik Indonesia sebagai bagian penghormatan pemerintah terhadap musisi Indonesia,” tambah Menpora.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *