5 manfaat menulis bagi pelajar milenial

5 manfaat menulis bagi pelajar milenial

 

Menulis sebagai profesi yang menjanjikan di masa depan

5 manfaat menulis bagi pelajar milenial

Menulis di saat sekarang ini bagi sebagian pelajar bisa jadi bukan sebagai kegiatan favorit karena mungkin mereka lebih tertarik untuk mengkonsumsi konten yang sudah jadi di gadget mereka baik itu dalam bentuk artikel, gambar, ataupun video. Daripada menulis konten sendiri yang membutuhkan waktu, tenaga dan mencari mood yang tepat sampai mendapatkan ide menulis. Apalagi dengan melimpahnya arus informasi elektronik dan digital, dunia seperti dalam genggaman, tinggal ketik kata kunci, kemudian muncullah konten yang kita inginkan dalam hitungan detik di halaman mesin pencari. Kita lebih memposisikan diri menjadi konsumen konten daripada yg memproduksi konten itu sendiri. Padahal belum tentu juga konten yang kita nikmati setiap hari itu adalah konten yang bermutu yang membuat kamu menjadi lebih inspiratif dan produktif. Bagaimana kalau misalnya konten yamg kita buat sendiri bisa dilihat, dibaca dan dibagikan oleh banyak orang dan memiliki dampak positif? Mungkin terasa masih sulit bagi yang baru mulai menulis atau mulai hoby menulis. Tapi kalau dari hoby menulis itu kita terus semangat belajar maka hal itu bisa saja terjadi. Itulah adalah salah satu kelebihan apabila kita mampu membuat konten tulisan sendiri. Selanjutnya, yuk kita bahas dan amati apa saja sih manfaat-manfaat menulis untuk pelajar di era milenial ini.

1. Belajar menyampaikan gagasan secara runtut dan teratur

Kalo kita ngobrol sama teman-teman sendiri seringkali ketika kita akan memunculkan tema/topik yang ketika dibicarakan pada akhirnya adalah topik pembicaraan yang tidak akan disampaikan secara runtut, karena ketika satu orang mulai berbicara menyampaikan suatu topik , teman yang lainnya cenderung untuk memotong, menginterupsi atau bahkan mengalihkan ke tema pembicaraan yang lain. Pembicaraannya jadi dua arah atau bahkan lebih, sehingga topik yang dibahas tidak jelas alur pembahasannya.

2. Mengasah kemampuan literasi dalam menulis dan membaca

Menyanpaikan pendapat baik itu opini, gagasan, ide secara tertulis tentu berbeda ketika berbicara. Ketika berbicara kita dituntut untuk menyampaikan dengan bahasa yang singkat dan jelas kepada orang yang kita ajak berbicara dan tidak ada waktu untuk merevisi atau menarik kembali apa yang sudah kita ungkapkan ketika sudah berbicara. Pelajar remaja cenderung bebas berbicara tanpa merasa dikoreksi ketika situasi tidak formal, tapi sebagian merasa kurang percaya diri dan gagap ketika berbicara secara formal. Ketika kita menulis secara bebas, kita tidak akan merasa dikoreksi karena tulisan kita adalah berupa gagasan kita sendiri dan gaya bahasa kita sendiri. Semakin sering kita berlatih menulis maka kita pun akan sering membaca tulisan kita sendiri mencari letak kelebihan dan kekurangannya.

3. Meningkatkan kemampuan berbicara

Semakin sering kita menulis maka otomatis kemampuan kosakata bahasa dan berbicara juga akan meningkat. Terutama jika kita didaulat untuk berbicara formal di depan umum, sekedar memberi sambutan, ucapan selamat, memberikan kesan, pesan, ucapan perpisahan dan momen-momen lain di sekolah yang sifatnya formal/semi formal.

4. Meningkatkan kemampuan berbahasa

Ketika kemampuan menulis dan berbicara kita sedikit banyak mulai meningkat, maka di situlalah literasi berbahasa kita juga akan mengalami peningkatan. Contohnya ketika kita membaca berita dalam 1 paragraf atau mendengar berita di televisi yang dibacakan dengan cepat, maka biasanya tidak lama kita dapat menemukan makna secara tersirat maupun tersurat dari berita tersebut. Karena bisa jadi orang lain dapat membaca atau mendengar berita yang sama tapi dalam hal menemukan makna dari apa yang sudah dibaca atau didengar tentu berbeda atau bahkan orang tersebut tidak mampu menemukan makna dibalik apa yang sudah dibaca atau didengarkan melainkan hanya sebatas tulisan dalam paragraf atau berita yang didengar saja.

5. Potensi profesi yang menjanjikan di masa depan

Perubahan industri dari 3.0 ke industri digital 4.o membuat perubahan besar dalam kehidupan sehari-hari kita. Munculnya aplikasi-aplikasi yang membantu kita dalam kehidupan sehari-hari mulai kita mulai beraktifitas sampai waktu kita beristirahat. Kita adalah bagian dari database besar/big data dari perusahaan aplikasi, dari aplikasi yang biasa kita unduh dan gunakan. Database user inilah yang digunakan oleh raksasa perusahaan digital untuk melayani user, perusahaan – perusahaan berbasis aplikasi inilah yang selalu menganalisis perilaku, kebiasaan, kebutuhan dan keinginan user dari database yang mereka miliki. Database user memainkan peranan krusial dalam ekosistem industri digital. Lantas hubungannya dengan menulis apa? User inilah targetnya. Perusahaan tersebut dalam melayani user selalu menyajikan informasi dalam bentuk tulisan, gambar dan video. Dan mayoritas user adalah netizen yang biasanya haus akan konten. Kalau pelajar seperti kamu sudah memiliki ketertarikan menulis maka di masa yang akan datang, kamu bisa mempertimbangkan untuk berprofesi sebagai Content Writer atau Copywriter yang nantinya akan berkontribusi dalam pembuatan konten tertulis untuk melayani kebutuhan user yang membutuhkan konten informasi/ulasan/review jasa/produk  dalam bentuk tulisan.

Demikianlah artikel tentang 5 manfaat menulis bagi pelajar milenial. Kalo pelajar seperti kamu mulai hobi menulis atau mulai ada ketertarikan dalam dunia tulis menulis, maka teruslah menulis, berkarya, asah kemampuanmu, jangan takut kalau tulisanmu jelek. Sejelek-jelek tulisan pasti ada yang suka. So.. jangan berhenti untuk belajar dan berkarya. Siapa tahu dari hoby ini, kamu dapat menemukan duniamu, menemukan potensi dirimu saat ini maupun di masa depan nanti. Selamat berkarya dengan menulis.